Kamis, 27 Agustus 2009

pohon ajaib, pohon Zaitun,Pohon Tin,Pohon Delima Hitam,pohon sirih Merah banyak dipakai untuk obat cancer





Khasiat Luar Biasa Minyak Zaitun
Nutrition :please call 081699638 0r 08161882594

Minyak zaitun sama dengan minyak kesehatan. Minyak yang kaya komponen gizi ini dapat mempercantik dan melangsingkan tubuh, mencegah kanker, menurunkan kadar gula, serta menangkal osteoporosis.

Cleopatra terkenal dengan kecantikannya, yang mampu membuat banyak laki-laki bertekuk lutut. Salah satu rahasia kecantikannya yang populer hingga saat ini adalah minyak zaitun (olive oil). Ibu-ibu yang rajin mempercantik diri menggunakannya untuk mengatasi berbagai "penyakit" kecantikan seperti ketombe, kulit kering, dan keriput.

Minyak zaitun juga digunakan untuk memperkuat aroma masakan. Komponen gizinya pun bermanfaat untuk kesehatan. Sayang, harganya mahal sehingga kurang populer. Padahal, khasiatnya luar biasa bagi kesehatan.

Jenis minyak zaitun

Minyak zaitun diambil dari pohon zaitun. Tanaman ini digunakan sejak 3000 SM, diperkirakan berasal dari Timur Tengah. Saat ini, selain di Timur Tengah, Spanyol, Italia, Yunani, Portugal, dan Turki merupakan pusat penghasil minyak zaitun terbesar di dunia.

Zaitun termasuk jenis Olea europaea dari keluarga Oleaceae. Dalam bentuk buah, zaitun muda yang berwarna hijau kekuningan kerap disantap begitu saja atau sebagai penambah rasa. Zaitun matang berwarna hitam biasanya dibuat acar atau diperas diambil minyaknya.

Buah zaitun matang mengandung 80 persen air, 15 persen minyak, serta 1 persen protein, karbohidrat, dan serat. Untuk menghasilkan buah dan berproduksi secara penuh, pohon zaitun harus berumur 15-20 tahun.

Berdasarkan jenisnya, minyak zaitun dibagi menjadi extra-virgin olive oil, virgin olive oil, refined olive oil, pure olive oil, light olive oil, serta extra light olive oil. Extra virgin olive oil memiliki tingkat keasaman kurang dari 1 persen. Virgin olive oil hampir menyerupai extra virgin olive oil. Bedanya, virgin olive oil diambil dari buah yang lebih matang dan punya tingkat keasaman lebih tinggi.

Refined olive oil merupakan minyak zaitun yang berasal dari hasil penyulingan. Jenis ini tingkat keasamannya lebih dari 3,3 persen. Aromanya kurang begitu baik dan rasanya kurang menggugah lidah. Pure olive oil merupakan minyak zaitun paling banyak dijual di pasaran. Warna, aroma, dan rasanya lebih ringan daripada virgin olive oil.

Selain itu, masih ada light dan extra light olive oil. Jenis ini merupakan campuran minyak zaitun murni dan hash sulingan, sehingga kualitasnya kurang begitu baik. Namun, jenis ini cukup populer karena harganya lebih murah daripada jenis lainnya.

Sebelum membeli, sebaiknya perhatikan labelnya. Jangan membeli minyak yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa karena mutunya akan berkurang dengan semakin lamanya penyimpanan.

Minyak zaitun sebaiknya dibeli sesuai kebutuhan. Simpanlah pada suhu 14°C dalam botol gelap. Jangan menyimpan di lemari tanpa sirkulasi udara yang baik.

Sumber squalene

Minyak zaitun mengandung senyawa seperti fenol, tokoferol, sterol, pigmen, dan squalene, yang memegang peran penting dalam kesehatan.

Ia juga mengandung triasilgliserol yang sebagian besar berupa asam lemak tak jenuh tunggal jenis asam oleat (omega-9). Kandungan asam oleat 55-83 persen dari total asam lemak.

Karena asam oleat merupakan asam lemak tak jenuh tunggal, risiko teroksidasi lebih rendah daripada asam linoleat (omega-6) dan linolenat (omega-3). Keduanya termasuk kelompok asam lemak tak jenuh ganda. Asam oleat mampu mereduksi serum LDL (low
density lipoprotein) atau kolesterol jahat penyebab aterosklerosis, yang menjadi cikal bakal stroke.

Konsentrasi squalene minyak zaitun tertinggi dibandingkan dengan jenis minyak lain. Jumlahnya bervariasi, mulai dari 2.500-9.250 mikrogram per gram. Minyak lain hanya mengandung 16-370 mikrogram per gram.

Squalene adalah zat organik berupa cairan enter tetapi bukan minyak karena tidak mengandung asam lemak atau gugusan COOH (karboksil), berwarna semu kuning atau putih bening, berbau khas. Secara alamiah squalene terdapat di dalam tubuh dan tersebar di semua organ dan jaringan, bersifat serbaguna. Contohnya, squalene di kulit berfungsi sebagai komponen utama zat pelicin.

Manfaat squalene pada pohon zaitun luar biasa. Beberapa rumah sakit milik universitas di Tokyo dan Fukuoka, serta rumah sakit nasional di Jepang melaporkan bahwa squalene bermanfaat untuk mengobati penyakit kanker. Sudah lama ia dikenal sebagai interferon inducer (IFN). Interferon berfungsi meningkatkan jumlah maupun aktivitas sel natural killer (NK) atau lymphocytes.

Dokter dan peneliti di bidang onkologi percaya, peningkatan jumlah dan aktivitas sel NK pada penderita kanker memberikan efek penyembuhan yang sangat baik. Komponen ini juga meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit TBC, hepatitis, flu, dan lain-lain.

Squalene juga sangat baik untuk penderita diabetes. Menurut Budiarso (2002), squalene adalah bahan baku pembuat hormon insulin. Ia berfungsi memperkuat dan memperbaiki kelenjar pankreas. Berarti berpengaruh positif terhadap penyembuhan penyakit diabetes melitus.

Kaya Antioksidan

Salah satu komponen penting minyak zaitun adalah tokoferol (vitamin E), terdiri atas tokoferol alfa, beta, gama, dan delta. Jenis alfa paling tinggi konsentrasinya, hampir mencapai 90 persen dari total tokoferol. Karena itu, minyak ini sangat ideal sebagai antioksidan.

Warna minyak zaitun murni sebagian besar disumbang oleh klorofil, feofitin, dan karotenoid. Klorofil dan feofitin mampu melindungi minyak terhadap oksidasi dalam kondisi gelap, sedangkan karotenoid melindunginya dari oksidasi dalam kondisi terang. Ketiga pigmen tersebut memudahkan penyerapan minyak di dalam tubuh.

Proses pemurnian minyak zaitun menghasilkan sejumlah komponen lain yang bermanfaat, di antaranya hidroksitirosol dan tirosol. Hidroksitirosol terbukti efektif meningkatkan aktivitas antioksidan dalam plasma serta melindungi terhadap oksidasi LDL.

Tirosol beserta antioksidan fenolik lainnya mampu mengikat LDL, sehingga dapat menunda proses aterosklerosis. Hasil samping tersebut mempunyai aktivitas yang lebih baik dibanding minyak zaitun itu sendiri, khususnya dalam mencegah oksidasi LDL.

Riset tentang potensi minyak zaitun untuk mencegah penyakit, dilakukan University of Barcelona, Spanyol. Mereka menggunakan tikus yang telah dikondisikan mengidap kanker. Tikus dibagi tiga kelompok, masing-masing diberi minyak zaitun, minyak ikan, dan minyak biji bunga matahari. Tikus yang diberi minyak zaitun jaringan kankernya berkurang secara signifikan.

Manfaat minyak zaitun untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah stroke telah terbukti secara ilmiah. Sebuah studi menyebutkan, pasien berusia 64-71 tahun menunjukkan penurunan total kolesterol setelah diberi dua sendok makan minyak zaitun setiap hari.

Riset di Barcelona menunjukkan extra virgin olive oil merupakan jenis minyak zaitun paling baik untuk mencegah gula darah dan oksidasi LDL, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Cegah Obesitas & Osteoporosis

Minyak zaitun bisa membuat tubuh langsing. Hasil riset yang dimuat di The British Journal of Nutrition menyebutkan, penggunaan minyak zaitun untuk menggantikan minyak jenuh selama empat minggu, tanpa mengubah pola makan, mampu mengurangi berat badan hingga 2-3 kg.

Penelitian lain menyebutkan, minyak zaitun dapat memecah sel adiposit penyebab obesitas. Extra virgin olive oil direkomendasikan untuk menggantikan diet minyak lemak jenuh yang sering kita konsumsi.

Minyak zaitun juga bermanfaat mengatasi osteoporosis. Berdasarkan publikasi dalam The British Journal of Nutrition, minyak zaitun membantu mencegahh osteoporosis, meskipun tidak memulihkan berat tulang yang hilang seluruhnya.

Uji yang dilakukan pada tikus menunjukkan, pemberian minyak zaitun 50 g per kg berat tikus secara. teratur selama 3 bulan, mampu memulihkan bobot tulang hingga 70-75 persen.

Efektif Lawan Kanker

Minyak zaitun baik digunakan saat memasak daging. Untuk membuat daging bakar, gunakan kombinasi extra virgin olive oil dan minyak zaitun biasa. Untuk daging goreng dalam minyak banyak, gunakan minyak zaitun biasa.

Saat menggoreng atau memanggang sapi/ayam, terbentuk senyawa HCA (amina-amina heterosiklis), yaitu zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan merusak DNA.

Riset menunjukkan, HCA mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih. HCA diduga bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di AS.

Penggunaan minyak zaitun untuk proses pemasakan daging dapat mereduksi HCA. Komponen fenolik pada virgin olive oil efektif untuk melawan kanker usus, sedangkan ekstrak komponen fenol dari virgin olive oil sebanyak 50 mkg/ml dapat mencegah pertumbuhan sel kanker kolon.

Tabel. Kandungan zat gizi per 100 gram minyak zaitun
Zat gizi Kadar
Energi (kkal) 884
Kalsium (mg) 0,18
Besi (mg) 0,38
Magnesium (mg) 0,01
Natrium (mg) 0,04
Vitamin E (mg) 12,4

Oleh:
Prof. DR. Made Astawan.

Nah anda tunggu apa lagi - Allah yang Maha besar ,telah mengatakan dan mengajarkan kita tentang khasiat pohon Zaitun pada Alquran , Injil dan Taurat. Selamat menambah koleksi pohon langka /pohon zaitun dan menjaga kesehatan keluarga yang anda cintai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar